Senin, 21 Maret 2011

Sejarah Singkat Dakwah Rasulullah SAW Periode Mekkah


Allah Swt manyampaikan wahyunya kepada Rasulullah saw sebagai rahmat bagi seluruh dunia dan alam semesta. Sejarah telah mencatat bahwa sebelum kehadiran Islam, dunia penuh dengan keburukan dan kebatilan. Dunia penuh kegelapan dan manusia selalu berbuat dosa, zina, dan maksiat.
Datangnya Islam membawa pencerahan bagi orang-orang sesat tersebut. Islam membawa ajaran kebaikan, baik dalam hidup secara perseorangan ataupun dalam bermasyarakat. Islam mengangkat mereka dari keadaan yang hina dan sesat ke dalam keadaan yang lebih baik, tinggi, dan mulia.
A.   Keadaan Masyarakat Arab Sebelum Kedatangan Islam
Sebelum datangnya Islam, bangsaArab berada dalam zaman kebodohan dan kegelapan (jahiliyah). Walaupun agama Yahudi dan Kristen sudah masuk ke jazirah Arab, bangsa Arab masih menganut agama asli, yaitu percaya kepada banyak dewa. Dewa-dewa tersebut diwujudkan dalam bentuk berhala dan patung. Bangsa Arab juga memiliki kebiasaan berjudi, berzina, dan minum minuman keras.

B.   Kerasullan Muhammad saw
Nabi Muhammad saw tidak pernah menyembah berhala. Beliau justru ingin agar bangsa Arab tidak lagi menyembah berhala. Karena itu beliau sering menyepi di Gua Hira, sekitar 6 km disebelah timur laut kota Mekkah, untuk memikirkan masalah ini dan beliau beribadah menurut agama Nabi Ibrahim as, untuk bertafakur, dan mengheningkan cipta.


Sepanjang bulan Ramadhan, Muhammad saw terus menerus beribadah. Dan tanggal 17 Ramadhan, ketika sedang berada di Gua Hira, Muhammad saw didatangi oleh Malikat Jibril. Disana, beliau mendapatkan wahyu pertama, yaitu surah Al-Alaq (96) ayat 1-5:

Artinya:
“Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmulah yang mahamulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”(QS. Al-Alaq/96:1-5).

Dalam kurun waktu antara wahyu pertama dengan wahyu selanjutnya, Muhammad seringkali dilanda kecemasan, kekhawatiran, dan keputus asaan. Beliau takut wahyu itu putus. Akan tetapi, beliau tetap melanjutkan tafakurnya di Gua Hira.
Muhammad mendapat wahyu yang kedua, yaitu surah Al-Qalam (68) ayat 1-7:

Artinya:
“1). Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,
 2). Dengan karunia tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila.
3). Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
4). Dan sesungguhnya engkau benarr-benar, berbudi pekerti yang luhur.
5). Maka kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat,
6). Siapa diantara kamu yang gila?,
7). Sungguh, tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalannya; dan Dia-lah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk.

Dan wahyu yang berikutnya adalah surat Al-Muzzamil (73) ayat 1-9


Artinya :
          “Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!, bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu, atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu. Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan diwaktu itu (lebih berkesan). Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang. Dan sebutlah nama tuhanmu, dan beribadahlah kepadanya dengan sepenuh hati. (dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain dia, maka jadikanlah dia sebagai pelindung.”

Muhammad memulai dakwahnya kepada orang-orang sekitarnya, setelah beliau mendapat wahyu, yaitu surah Al-Mudassir(74) ayat 1-7:
Artinya :
“ Wahai orang yang berkemul (berselimut)! Bangunlah, lalu berilah peringtan! Dan agungkanlah tuhanmu, dan bersihkanlah pakaianmu, dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji, dan janganlah engkau (Muhammad) member (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak, dank arena tuhanmu, bersabarlah.”

C.   Strategi Dakwah nabi Muhammad saw Periode mekkah
Proses dakwah nabi Muhammad saw dapat dibagi menjadi 3, yaitu :
1). Dakwah secara Rahasia, berlangsung selama 3 tahun.
2). Dakwah secara terang-terangan, mulai tahun ke-4 kenabian sampai akhir tahun ke-10 kenabian.
3). Dakwah diluar mekkah, berlangsung dari akhir tahun ke-10 kenabian sampai hijrah ke Madinah.
D.   As Sabiqun Al Awwalun
Yaitu orang-orang yang pertama mengikuti ajaran nabi saw. Mereka adalah: Siti Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar, Zaid bin Harisah, Ummu Aiman, Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, dan Talhah bin Ubaidillah.

E.   Beberapa alasan kaum kafir Quraisy sangat menentang ajaran Islam.
a). Mereka takut kehilangan pengaruh dan kekuasaan.
b). Nabi Muhammad saw menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya.
c). Para pemimpin kafir Quraisy tidak dapat menerima ajaran tentang kebangkitan kembali dan pembalasan di akhirat.
d). Sikap Taklid (tunduk dan patuh) kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang sudah mengakar kuat pada bangsa Arab.
e). Pemahat dan penjual patung memandang Islam sebagai penghalang rezeki bagi mereka.

F.    Beberapa cara orang-orang kafir Quraisy untuk menentang dakwah.
a). Mencemooh, menghina, melecehkan, dan menertawakan kaum muslimin.
b). Memperburuk citra ajaran beliau, menebarkan propaganda palsu dan lemah disekitar ajaran tersebut dan pribadi beliau.
c). Menyaingi Al-Qur’an dengan dongeng-dongeng atau syair yang dapat membuat lalai.
d). Berusaha untuk memadukan antara Islam dengan jahiliyah.

1 komentar: